Jangan pernah bilang kalau kau mencintai karena aku itu kuat dalam menerima luka ataupun karena aku cukup berkemampuan. Sebab suatu saat nanti hidupku akan menua dan semua yang kau cintai akan sirna. Jika kau tetap berani mencintaiku dengan alasan demikian, maka kau tak sanggup untuk mencintai dalam segala adaku. Aku mau kau mencintai dalam seluruh hayat tanpa suatu jangka waktu yang ditentukan oleh mampuku.
Aku juga tak mau kau mencintai dengan membanggakan tittle profesi yang aku miliki. Cukup kuingatkan saja kalau dunia itu berputar dan aku tidak tahu entah sampai kapan profesi itu melekat pada diriku. Rahasia alam tak dapat terkira dan aku tak mau kau datang dalam adaku dan pergi begitu saja saat aku mengalami kejatuhan dan tak mampu bangkit kembali. Aku mau kau selalu ada dalam segala hal.
Aku juga tak mau kau berlebihan memuji bisaku. Sebab pada suatu titik jenuh, engkau akan bosan mencintai saat jiwa dan raga tak mampu membuatmu mengagumiku lagi. Ketika kau berani membuka mata untuk melihat kebolehan orang lain, mungkin juga menjadi alasan bagimu untuk beranjak dari kenyamanan bersamaku. Sekali lagi, jangan mengagumiku secara berlebihan. Cukup ucapkan syukur pada Tuhanmu kalau Dia telah memberikan segala ada yang baik untuk kita.
Dengarkan aku baik-baik, kalau kau sedang merasa cinta padaku, tanyakan pada hatimu tentang hal apa yang membuat kau berani jatuh cinta. Jika kau jatuh karena adaku dan bukan karena cinta, pulanglah! Aku siap melepaskan pergimu untuk mendapatkan cinta yang kau harapkan.Satu pintaku, jika memang benar-benar cinta, hendaknya itu datang dari hati yang tulus dan bukan dari bola mata telanjangmu yang melihat adaku pada nampak luarnya dan bukan pada mata hati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar