Jika mencintaimu adalah luka yang disengaja,
Maka kuharapkan hadirmu jadi bahagia yang tak terkira
Sebab bukankah setiap syukur harus lebih dulu menjadi luluh?
Setiap suka harus pula menjadi luka?
Jika mencintaimu adalah luka yang disengaja,
Maka kuharapkan hadirmu jadi bahagia yang tak terkira
Sebab bukankah setiap syukur harus lebih dulu menjadi luluh?
Setiap suka harus pula menjadi luka?
Kematian, segala bentuk rasa sakit, terluka, dihina, tidak dihargai, dipandang sebelah mata dan semacamnya tentu tidak diinginkan setiap manusia. Untuk itulah kita berjuang dan berusaha. Yang paling jujur, tidak ada satu pun di antara semua manusia yang ingin menderita dan bertahan dalam luka. Semua itu hanyalah buaian kita agar tetap terlihat tegar dalam setiap perkara dan persoalan hidup kita.
Semua kita hanya berjuang menghapus luka. Meski demikian, kita tidak dapat mengelak bahwa kita harus terluka untuk mencapai kenyamanan itu. Terkadang kita hanya menipu diri sendiri dengan mengatakan bahwa kita harus keluar dari zona nyaman untuk mencapai suatu kebebasan sejati. Logikanya, kalau kita merasa sudah nyaman, berarti kita sudah bebas. Untuk apa lagi kita mencari kebebasan itu? Sebab tidak ada zona nyaman yang mengandung luka. Justru karena kita merasa bahwa kita berada dalam tekanan yang mencekam yang kita sebut zona nyaman itu, makanya kita berusaha keluar dari zona itu dan berusaha menemukan jalan yang kita harapkan dapat mencapai suatu kebebasan yang hakiki yaitu suatu kebahagiaan.
Konsep kebahagiaan terlalu luas dan setiap orang punya defenisi tentang kebahagiaannya sendiri-sendiri. Karena itu, kita tidak dapat mengatakan bahwa dengan profesi dan status yang tinggi, itulah kebahagiaan. Petani yang sederhana, yang pergi pagi pulang sore boleh jadi adalah yang bahagia dari mereka yang menjabat di suatu perusahaan. Sebab kerap kali, jabatan yang kita peroleh bukan sesuatu yang kita inginkan. Lalu apa hakikat dari kebahagiaan itu?
Kebahagiaan bukan terletak pada suatu pencapaian melainkan pada suatu keputusan dan pilihan sadar kita akan sesuatu yang kita impikan. Itulah alasan kenapa kita rela bertahan dalam luka dan derita, karena kita sadar bahwa kita telah memimpikan sesuatu yang ingin kita capai dari semua itu. Apa artinya sebuah kesuksesan dan pencapaian jika hal itu bukan kemauan dan keinginan kita? Itu hanya akan menjadi sebuah duri dan derita yang kita ciptakan sendiri dalam perjalanan hidup kita.
Jadilah manusia merdeka, yang berani mengambil keputusan dan menentukan pilihan. Sebab sejatinya kenyamanan dan kebahagiaan itu merupakan sesuatu yang akan kita ciptakan sendiri tanpa desakan dan tekanan dari oramg lain.