| Gambar: Dokumen Pribadi Dolin Anang |
Oleh: Dolin Anang
Segala sesuatu yang transenden, rupanya sulit dibahasakan secara sederhana dalam kehidupan nyata. Jika kita bertanya apa penyebabnya, maka kita akan terperangkap dalam golongan para pemikir yang tak kunjung usai dan tidak menemukan jawaban yang pasti. Demikianlah kiranya dengan destinasi wisata air terjun yang satu ini. Sebagian orang mungkin pernah mengujungi tempat ini dan pernah mengucap syukur kepada Tuhan saat melihatnya dengan bola mata telanjang. Bagi sebagian orang lagi, yang memadangnya dari kejauhan atau dalam channel youtube saja, mungkin akan mengalami keraguan dan kecurigaan bahwa apa yang mereka lihat adalah hasil editan. Tidak ada salahnya juga, sebab keelokan dan lekukan tubuh air terjun ini serupa lukisan yang dibuat secara hati-hati oleh pelukisnya. Namun menjadi sesuatu yang sangat disayangkan ketika testimoni itu mulai menyebar dan akan menjelma menjadi sesuatu yang benar padahal mengada-ada. Jika kita berbuat demikian, maka Tuhan kita curigai melalui keindahan ciptaan-Nya.
Air terjun "Pangka Dari" merupakan satu-satunya destinasi wisata air terjun di desa Wae Codi, kecamatan Cibal Barat, kabupaten Manggarai. Pada mulanya, hanya sedikit orang yang berani mengunjungi tempat ini. Hal ini karena masyarakat di daerah setempat beranggapan bahwa tempat ini merupakan tempat yang sakral dan mengerikan. Konon ceritanya, tempat ini merupakan tempat untuk mandi dan menjemur diri bagi para bidadari. Mitos ini menjadi sesuatu yang benar dan memiliki alasan yang kuat ketika hal itu dicocokkan dengan anggapan orang Manggarai tentang pelangi. Kepercayaan orang Manggarai dulu, dimana ada pelangi, maka bidadari pasti berada di situ juga. Hal ini sangat mempengaruhi masyarakat setempat dan enggan untuk memasuki wilayah air terjun ini karena ketika matahari sedang merayu untuk mengecup kening serpihan air terjun tersebut, pelangi perlahan menampilkan dirinya yang elok. Mitos inilah yang melekat pada diri masyarakat setempat. Anggapan itu perlahan memudar ketika beberapa orang pengelana idiot dari daerah setempat memberanikan diri untuk membongkar anggapan tersebut dan membabtis tempat itu menjadi tempat pariwisata yang akhir-akhir ini banyak orang mulai jatuh cinta padanya. Bahkan tidk ada alasan yang tepat untuk merasa cemburu, sebab tempat ini memang memiliki aura yang berbeda dengan destinasi wisata di tempat lain.
Air terjun "Pangka Dari" yang masih anak dara (alamiah) ini, memiliki Medan yang lumayan tebing, memacu adrenalin bagi para wisatawan yang ingin mencicipi keelokannya. Airnya yang dingin dan segar, menjadi pelepas kelelahan saat memasukinya. Lumut-lumut bergantungan yang memayungi gua-gua, terlihat seolah lukisan ala Eropa yang memanjakan mata. Selain menikmati kesegaran dan keindahan air terjun, para wisatawan dapat merehatkan mata memenadang daerah persawahan di sebelah kanannya, dan tidak lupa mengantongi syukur ketika menolah "Wae Bahi" di sebelah kirinya. Di tempat ini, para pengunjung akan tahu, kalau Tuhan itu indah dan secara tidak langsung akan memandang Tuhan secara dekat. Mengapa demikian? Karena di tempat ini anda akan merasakan suasana surgawi yang membumi.
